Darmawisata Asal usul Ikonik di Pekanbaru, Dapat Menaikkan Pengetahuan Baru

Tidak cuma menarik atensi turis sebab mempunyai beberapa subjek darmawisata alamnya yang bagus, Pekanbaru pula mempunyai tempat- tempat yang udah di remikan oleh walikota pekanbaru dulu, memiliki yang ikonik serta pekat hendak kombinasi adat Melayu serta Pekanbaru tempo dahulu.

1. Kastel Hinggap

Dibentuk pada dini 1990- an oleh arsitektur Belanda dengan style gedung artdeco, kombinasi Eropa, serta Turki, rumah memiliki Kastel Bertengger sedang berdiri kuat sampai dikala ini. Seluruh gedung yang terdapat pada gedung itu sedang asli, mulai dari pintu, daun jendela dan terali besi yang terdapat pada jendela rumah. Perbaikan rumah ini cuma dicoba pada lantainya saja.

Rumah Bertengger terdapat di Jalur Senapelan Gang Tepi serta berdiri di atas tanah seluas 1557 m2 dengan besar gedung segenap 526 m2. Diucap Kastel Bertengger sebab Baginda Syarif Kasim II umumnya menginap di rumah ini.

Haji Zakaria yang pada era kerajaan Siak diketahui bagaikan Mufti Besar di Kerajaan Siak Sri Indrapura yang bergelar Datuk Kadhi Haji Zakaria tadinya ialah owner rumah ini.

Dikala ini Kastel Bertengger cuma ditempati oleh Haji Syahril Rais, SH suami dari Haji Nurlis Yahya yang ialah cucu dari Haji Zakaria owner rumah dini. Di dalam Kastel Bertengger ada beberapa koleksi beberapa barang lawas, semacam radio, piring- piring lama, furniture berwarna klasik, serta buku- buku berumur yang menaikkan gradasi rumah ini terus menjadi berharga asal usul.

2. Rumah Mampir Tuan Kadi

Pas di dasar jembatan Siak III yang terdapat di Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, berdiri gedung kecil serta menawan ialah rumah Tuan Kadi. Bagi memo asal usul, rumah kecil di perbatasan bengawan Siak ini dibentuk pada era kerajaan Siak Sri Indrapura.

Posisinya yang tidak jauh dari bandar, alhasil kerap dijadikan tempat mampir sedangkan oleh para baginda yang tiba ke Pekanbaru. Rumah dengan wujud pentas ini dibentuk oleh Haji Nurdin Putih( mertua Tuan Kadi) pada tahun 1895 serta dikala ini jadi cagar adat kebanggan warga Pekanbaru.

Dikala mendatangi rumah Tuan Kadi, wisatawan dapat memandang potret- potret asal usul Bengawan Siak serta baki, ialah tempat penyajian santapan khas Melayu yang terletak di sekitar ruangan.

Tidak hanya itu, ada pula gasing yang ialah game masyarakat Melayu di zaman dahulu serta cedok nasi yang dibuat dari tempurung kelapa.

3. Titik Nihil Km Pekanbaru

Monumen Titik Nihil Pekanbaru yang terdapat di pinggiran Bengawan Siak persisnya di jalur Perdagangan, Kp Dalam, Senapelan, Pekanbaru, ialah titik asal muasal berdirinya Kota Pekanbaru. Monumen titik Nihil km ialah fakta kesejarahan Senapelan yang sempat jadi pusat perekonomian diawal era 20 dahulu.

Di area dekat titik nihil ada sebagian bangunan- bangunan lama yang senantiasa dilindungi kencang oleh penguasa salah satunya merupakan sisa rumah Haven Ahli yang tertera bagaikan cagar adat( Pencatatan BPCB Sumatera Barat) dengan no 08 atau BCB- TB atau B atau 01 atau 2014.

4. Kimteng Lama

Buat turis penggemar kopi, Kimteng Lama merupakan warung kopi legendaris di Pekanbaru serta ialah tempat yang harus buat didatangi buat para penggemar kopi. Di mari turis hendak puas mencicipi serta menikmati berbagai macam kopi yang dibuat dari bulir kopi arabika lokal.

Tidak cuma buat turis penggemar kopi, Kimteng Lama pula ialah kayangan berbagai macam santapan, sesuai buat para turis yang mau mencari berbagai macam kuliner.

Posisi Kimteng Lama terdapat di jalur Senapelan 22, Pekanbaru dekat Pasar Dasar. Julukan Kimteng Lama didapat dari seseorang wiraswasta kopi populer ialah Tan Kim Teng. Dikala mendatangi warung Kimteng Lama wisatawan hendak disambut wagon berbagai macam santapan yang berbanjar.

Tiap harinya warung Kimteng Lama senantiasa marak wisatawan. Jam operasional Kimteng Lama bekerja mulai dari jam 06. 00 pagi hari hingga jam 18. 00 Wib.

5. Rumah Tenun

Rumah Membordir yang berada di Desa Bos, Senapelan, Pekanbaru, merupakan tempat penciptaan kain membordir Melayu di Pekanbaru yang dibuat dengan cara buku petunjuk tampa memakai mesin.

Di Rumah Membordir ini, turis bisa memandang dengan cara langsung cara pembuatan kain membordir Melayu yang berdandan benang sutra bercorak kencana dengan corak khas Pekanbaru.

Tidak cuma itu, turis pula bisa membeli kain membordir yang telah jadi, semacam selendang, sarung, serta syal sampur.

Rumah Membordir dibentuk pada tahun 1887 oleh seseorang wiraswasta pulut terkenal, dia merupakan Haji Yahya. Bagi narasi asal usul, Rumah Membordir tadinya merupakan bangunan peralatan serta dapur biasa di dini era perang kebebasan serta dikala ini tempat itu berganti jadi tempat penciptaan membordir dengan cara buku petunjuk di Pekanbaru.

Pekanbaru nyatanya menaruh banyak gedung memiliki yang menarik buat dijelajahi. Kalian dapat memasukkannya dalam catatan destinasi darmawisata dikala hendak bertamu ke Pekanbaru.

Leave a Comment