Hal yang Bisa Kamu Ketahui dari Kalkulator Kehamilan


Dengan memahami perkiraan tanggal persalinan akan mempermudah ibu merencanakan sekian banyak  persiapan guna menyambut kelahiran si buah hati. Di samping mendapat estimasi tanggal bermunculan dari dokter, ibu pun dapat memperkirakan sendiri memakai kalkulator kehamilan.

Umumnya kehamilan akan dilangsungkan selama 37-42 minggu, atau rata-rata 280 hari (40 minggu), yang dihitung dari hari kesatu menstruasi terakhir. Hari kesatu haid terakhir (HPHT) adalahhari kesatu siklus menstruasi. Sedangkan ovulasinya sendiri terjadi tidak cukup lebih dua minggu sesudah masa ini. Jika pada periode ini sperma bertemu dengan sel telur dan terjadi pembuahan, maka ketika itulah kehamilan sudah dimulai.

Umumnya, perhitungan umur kehamilan dalam hitungan minggu menyertakan dua minggu semenjak HPHT tersebut. Maka andai janin ibu berusia empat minggu, maka kehamilan ibu sudah terhitung enam minggu. Untuk memahami perkiraan kapan bayi bakal lahir, ibu bisa memanfaatkan kalkulator kehamilan. Berikut sejumlah guna kalkulator kehamilan!

1.Memperkirakan Berat Janin

Manfaat kalkulator kehamilan yang kesatu yakni memperkirakan berat badan janin dalam rahim. Menghitung berat janin dari minggu ke minggu kehamilan sangat urgen untuk memperkirakan berat badan bayi ketika dilahirkan. Janin yang mempunyai berat lahir paling kecil atau tidak cukup dari 2,5 kilogram bakal berpotensi dicetuskan dalam situasi prematur. Sedangkan janin dengan berat lahir terlampau besar atau lebih dari 4 kilogram bakal berisiko merasakan komplikasi masalah kesehatan tertentu.

2.Memperkirakan Hari Kelahiran

Bukan melulu dapat memperkirakan berat badan janin sekitar di kandungan dan ketika dilahirkan, kalkulator kehamilan memiliki guna yang lebih spesifik lagi, yaitu memahami kapan ibu bakal menjalani proses persalinan. Namun, meskipun ibu memahami kapan kira-kira buah hati ibu lahir, hasil akhir dari teknik menghitung hari estimasi lahir tidak dapat dijadikan patokan pasti.

Kenyataannya, hasil menghitung hari estimasi lahir yang dilaksanakan dengan teknik manual atau melewati pemeriksaan dokter, dapat lebih maju atau mundur dari estimasi tanggal bermunculan yang sudah ditetapkan. Hanya 5 persen ibu hamil di dunia yang mencetuskan tepat di hari estimasi lahirnya.

3.Memperkirakan Usia Kehamilan

Tidak seluruh wanita menyadari proses pembuahan yang terjadi dalam rahimnya. Nah, guna kalkulator kehamilan selanjutnya ialah memperkirakan umur kehamilan dengan akurat. Caranya ialah dengan menilai hari kesatu haid terakhir (HPHT), tambahkan satu tahun, tambahkan tujuh hari, dan mundurkan tiga bulan. Jadi, andai HPHT tanggal 2 Juni 2020, maka perhitungannya menjadi:

  • 2 Juni 2020 + 1 tahun = 2 Juli 2021
  • 2 Juni 2019 + 7 hari = 9 Juli 2021
  • 9 Juli 2021 – 3 bulan = 9 April 2021

Jadi, estimasi hari lahir ialah 9 April 2021. Jika hari ini ialah tanggal 28 Juli 2020, maka umur kehamilan ialah satu bulan lebih.

4.Memperkirakan Kenaikan Berat Badan

Manfaat kalkulator kehamilan lainnya yakni memperkirakan berat badan normal ibu hamil. Umumnya, perempuan hamil bakal mengalami eskalasi berat badan pada tiga bulan trimester kesatu kehamilannya sejumlah 1-2 kilogram. Kemudian, berat badan bakal mengalami eskalasi sebanyak 0,5 kilogram di masing-masing minggu kehamilan sampai hari persalinan.

Kenaikan berat badan pada ibu hamil akan mengekor pertumbuhan bayi dalam kandungan. Dengan meningkatnya berat badan, bayi dalam kandungan pun sedang bertumbuh dan meningkat berat. Bukan melulu berat badan bayi saja, berat tubuh ibu pun dikalkulasi dengan berat air ketuban dan plasenta dalam rahim.

Selama masa kehamilan, tidak boleh lupa guna selalu menyimak asupan nutrisi guna si buah hati. Jika ibu merasakan masalah kesehatan berhubungan dengan kehamilan, silahkan temui dokter di lokasi tinggal sakit terdekat guna mengawasi kesehatan dan pertumbuhan janin dalam kandungan ya, bu!

 

Leave a Comment